Rekategori Akal-akalan PDAM

Sabtu, 21 June 2008

SURABAYA (SINDO) – Persoalan rekategori pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum beres.

Kalangan DPRD menilai, kebijakan itu hanya akal-akalan PDAM untuk mencari untung. Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Ahmad Suyanto menegaskan, kebijakan rekategori pada dasarnya hanya akal-akalan PDAM untuk mencari laba. Jadi, seolah-olah mereka tidak membebani pelanggan. Indikasi tersebut muncul lantaran keuntungan PDAM yang begitu tinggi atas kebijakan tersebut, yakni hampir Rp50 miliar.

Parahnya, tujuan pemerataan seperti yang dimaksudkan dalam program rekategori tersebut justru tidak berhasil. Ini tak lain karena hampir semua pelanggan naik ke kelas yang lebih tinggi. ”Tujuan awal dilakukannya rekategori adalah agar rumah tangga mewah atau perusahaan membayar sesuai kelasnya.Namun yang terjadi justru sebaliknya, banyak rumah tangga biasa ikut membayar seperti mereka.Ini kan naif,”katanya kemarin.

Selama ini, PDAM Kota Surabaya tidak pernah rugi atas penjualan air kepada masyarakat. Ini tak lain karena hampir semua instalasi PDAM adalah hasil peninggalan Belanda yang notabene kuat dan minim perawatan. Apalagi APBD Kota Surabaya juga masih tetap memberikan sokongan, seperti halnya anggaran Rp15 miliar untuk pembangunan instalasi di Karangpilang III.

Direktur Distribusi PDAM Kota Surabaya Anshari Siregar membenarkan adanya keuntungan besar tersebut. Meski demikian,menurutnya hal itu sebanding dengan kenaikan produksi yang cukup tinggi. Anshari menyebut, hingga saat ini kenaikan chemicaltelah mencapai 70%.Jadi, harga air Rp2.300/m3 belum mampu mencukupi. (ihya’ ulumuddin)

Satu Tanggapan

  1. Target cakupan pelayanan domestik sampai akhir 2010 harus 80% sesuai corporate plan PDAM. Target ini kesepakatan MDG’s sedang saat ini cakupan baru 67.85% ada sekitar 54.000 sambungan baru dan diperkirakan dana mencapai 120 milyar lebih. Apakah tidak sebaiknya keuntungan digunakan untuk subsidi pemasangan sambungan baru biar cakupan tambahan luas dan penikmat air lebih banyak terutama rumah tangga

Tinggalkan Balasan